Web Demo by
![]()

Setiap orang dewasa memiliki ‘inner child’ atau “anak kecil” di dalam dirinya. Ini adalah bagian dari kepribadian kita yang menyimpan kenangan, emosi, dan keyakinan dari masa kanak-kanak. ‘Inner child’ ini bisa menjadi sumber kegembiraan dan kreativitas, namun juga bisa menyimpan rasa sakit dan trauma masa lalu.
Ketika ‘inner child’ ini terluka dan belum sembuh, ia dapat memengaruhi perilaku kita saat dewasa, seperti reaksi emosional yang berlebihan, pola hubungan yang tidak sehat, atau rasa tidak aman yang konstan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi konsep ‘inner child’ lebih dalam, bagaimana mengenali tanda-tanda lukanya, dan mengapa menyapanya adalah langkah penting menuju penyembuhan.